Sabtu, 25 Juni 2016

Nuzulul Qur’an Berujung Sweeping Dadakan


Poster kegiatan malam Nuzulul Qur’an yang dipasang panitia mesjid AL-Markaz Makassar

Komunikasi utama- Peringatan malam Nusulul Quran, pada malam ke tujuh belas di bulan Ramadhan  bertepatan tanggal 21 Juni 2016 Masehi, dimesjid di Al Markas  Makassar dengan tema alquran sebagai pedoman hidup, menyisahkan cerita tersendiri bagi para jamaah yang datang.
Mesjid Al-Markaz Al-Islami yang terletak di jl. Masjid Raya no. 57 Timongan Lompoa Makassar, notabenenya adalah lambang kebesaran Islam di Makassar. Mesjid ini menjadi tempat ibadah yang sentral oleh sebagian umat Islam yang ada diMakssar bahkan  bukan hanya warga Makassar yang dominan, namun sebagian ada juga pendatang  yang memilih  melaksanakan shalat tarwih di sini.
Setelah selesai shalat tarwih hal yang berbeda terlihat dari parkiran mesjid Al-Markaz ini, yaitu adanya sweeping dari aparat kepolisian dan panitia mesjid. Penjagaan yang ada terbilang  sangat ketat, karena semua jamaah yang datang beribadah  di periksa kelengkapan surat kendaraannya, bukan  hanya mobil,  motor pun di periksa.
Salah seorang polisi menjelaskan diadakannya pemeriksaan tersebut, guna menjaga keamanan karena setiap malamnya salah seorang jamaah kehilangan sepeda motornya . Dengan kejadian tersebut, panitia mesjid Al-Markas, berinisiatif melakukan pemeriksaan guna meningkatkan  keamanan yang kemudian di bantu oleh beberapa anggota kepolisian
            Meski dengan tujuan yang baik, tidak sedikit  masyarakat yang mengeluhkan diadakannya sweeping tersebut. Pasalnya menurut warga sekitar tidak ada pemberitahuan sebelumnya sehingga tidak sedikit dari mereka yang tidak membawa perlengkapan surat-surat kendaraannya, terutama bagi kendaraan sepeda motor.
“STNK saya tidak ada, karena sebelumnya saya sudah di tilang dan kebetulan surat tilang saya sedang diurus oleh salah satu teman saya, tapi polisi dan panitia tidak mau menerima alasan itu, malah meminta sejumlah uang kepada saya. Padahal saya berniat pergi beribadah, jadi saya tidak bawa uang tapi mereka tetap bersikukuh tidak melepaskan saya, terpaksa saya harus menelpon keluarga” ujar S.M salah satu pengendara motor yang terkena razia sweeping dadakan. (21/06).
Reporter          : Muh. Syaifullah Bahar

Fotografer       : Syahrul Adiyaksa 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar