Poster kegiatan malam Nuzulul Qur’an yang dipasang panitia mesjid AL-Markaz Makassar
Komunikasi utama- Peringatan
malam Nusulul Quran, pada malam ke tujuh belas di bulan Ramadhan bertepatan
tanggal 21 Juni 2016 Masehi, dimesjid di Al Markas Makassar dengan
tema alquran
sebagai pedoman hidup, menyisahkan
cerita tersendiri bagi para jamaah yang datang.
Mesjid Al-Markaz Al-Islami yang terletak di jl. Masjid
Raya no. 57 Timongan Lompoa Makassar, notabenenya adalah lambang kebesaran
Islam di Makassar. Mesjid ini menjadi tempat ibadah yang sentral oleh sebagian umat Islam yang ada diMakssar bahkan bukan hanya warga Makassar yang dominan, namun sebagian ada juga pendatang yang memilih melaksanakan
shalat tarwih
di sini.
Setelah selesai shalat tarwih hal yang berbeda terlihat
dari parkiran mesjid Al-Markaz ini, yaitu adanya sweeping dari aparat kepolisian dan panitia mesjid. Penjagaan
yang ada terbilang
sangat ketat, karena semua jamaah yang datang beribadah di periksa kelengkapan surat kendaraannya, bukan hanya mobil, motor pun di periksa.
Salah
seorang polisi menjelaskan diadakannya pemeriksaan tersebut, guna menjaga keamanan karena
setiap malamnya salah seorang jamaah kehilangan sepeda motornya . Dengan kejadian tersebut, panitia mesjid Al-Markas, berinisiatif melakukan
pemeriksaan guna meningkatkan keamanan yang kemudian di bantu oleh beberapa
anggota kepolisian
Meski dengan tujuan yang
baik, tidak sedikit masyarakat yang
mengeluhkan diadakannya sweeping
tersebut. Pasalnya menurut warga sekitar tidak ada pemberitahuan sebelumnya
sehingga tidak sedikit dari mereka yang tidak membawa perlengkapan surat-surat
kendaraannya, terutama bagi kendaraan sepeda motor.
“STNK
saya tidak ada, karena sebelumnya saya sudah di tilang dan kebetulan surat
tilang saya sedang diurus oleh salah satu teman saya, tapi polisi dan panitia
tidak mau menerima alasan itu, malah meminta sejumlah uang kepada saya. Padahal
saya berniat pergi beribadah, jadi saya tidak bawa uang tapi mereka tetap
bersikukuh tidak melepaskan saya, terpaksa saya harus menelpon keluarga” ujar
S.M salah satu pengendara motor
yang
terkena razia sweeping dadakan.
(21/06).
Reporter : Muh. Syaifullah Bahar
Fotografer :
Syahrul Adiyaksa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar