Komunikasi utama- Akhir ini Pencurian Motor (Curanmor) menjadi momok mengkhawatirkan untuk seluruh civitas akademika UIN Alauddin Makassar. Pasalnya, beberapa waktu lalu kehilangan motor telah terjadi dibeberapa fakultas. Sehingga, Satuan Pengaman (SATPAM) angkat bicara perihal curanmor. pada Jumat, 17 juni 2016 Koordinator Keamanan Syarifuddin menghimbau akan adanya pemberlakuan sistem buka tutup gerbang masuk dan keluar.
Selain itu, Syarifuddin juga menghimbau kepada seluruh Civitas Akademika UIN Alauddin harus melengkapi surat kendaraan. Minimal Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang bisa menyakinkan petugas. Satpam juga akan memberlakukan jam masuk kampus dari pukul 06.00-18.00.
Lebih lanjut Syarifuddin mengatakan, aktivitas kampus dinyatakan kosong dari jam 18.00 keatas. Tidak ada alasan Mahasiswa UKM atau BEM se-UIN Alauddin buat kegiatan malam kecuali ada desposisi Rektorat memberi izin tembusan ke pengamanan.
“Guna mencegah atau mengurangi tindakan kriminal seperti halnya dengan Curanmor yang pernah terjadi di UIN Alauddin baru-baru ini.
Syarifuddin menjelaskan semua ini adalah akibat tuntutan masyarakat kampus ingin merasa aman termasuk tuntutan pimpinan yang selalu mengatakan satpam tidak bekerja.
“Program ini dilaksanakan demi mengantisipasi keluhan-keluhan Bapak dan Ibu serta mahasiswa terhadap Curanmor yang terjadi didalam kampus,” tutur Syarifuddin.
Reporter : Abuzar Algiffari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar