Kamis, 09 Juni 2016

Kagumi Paroki


Komunikasi Utama -  "Delapan puluh persen perang yang terjadi didunia terkait dengan ideologi, salah satunya Agama." Kata Prof. Edwardk Kwak dalam pembicaranya dihadapan puluhan peserta mahasiswa dalam seminar internasional bertemakan "Merajut Perdamaian" di Lecture Teater (LT) di fakulttas Usluhuddin Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar Selasa 03/05/2016.

Sebagaiman kita ketahui islam bermakna perdamaian, namun sebenarnya bukan hanya islam yang mengajarkan perdamaian, agama agama lain juga mengajarkan perdamaian. 
Diorganisasi kami, kami berusaha membuat sebuah fakta integritas dimana kelompok kelompok pemuga agama mengadakan dialog lintas agama di berbgai kota di belahan dunia. Setidaknya kami telah mengadakan sebanyak 147 dialog yang berdasar spritual kitab kitab suci. Termasuk di indonesia yakni di medan, Surabaya, Jakarta, dan Makassar. ujar Edwark yang juga peneliti Heavenly Culture World Peace of Light (HWPL)

Di Indonesia sendiri meskipun Islam menjadi agama mayoritas, ternyata banyak agama agama lain yang ternyata mereka bisa bekerja sama menciptakan perdamaian. Makanya kami sangat berterimah kasih karena Indonesia mau melaksanakan dialog antar agama, dan kami sangat yakin Indonesia memiliki peranan yang besar dalam perdamaian dunia karena indonesia menjadi muslim terbesar dan itu sangat berpengaruh. Ucapnya.
Seminar internasional yang laksankan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbandibgan agama yang bekerja sama dengan HWPL, yang juga dihadiri kordinator program HWPL Teresa Kim.

Menurut Teresa Kim, kordinator program HWPL adalah sebuah Non Governmental Organization (NGO) yang berbasis di korea selatan dan memiliki 170 cabang skala internasional dan kami memiliki beberapa anggota yang ikut bergabung dan kami (organisasi) tidak dibiayai pemerintah.ungkapnya

Tujuan organisasi ini (HWPL) sebenarnya mencegah terjafinya perang dan bagaimana menciptakan perdamaian untuk mencapai program itu kami fokus pada 3 hal yaitu, implementasi hukum internasional untuk menghentikan perang dan menciptakan perdmaian, melakukan dialog lintas iman yang beriplemantasi pada kitab suci, dan kami menjadi agen perdamaian di seluruh dunia. Kata Teresa Kim.

Kim Teresa juga berharap kepada anak anak muda generasi masa depan bisa menjadi tonggak perdamaian dunia, dan berharap para pemuda bisa memberikan fukungan terhadap gerakan yang kami canangkan dengan cara memberikan tanda tangan atau petisi baik secara langsung maupun secara online. Tambahnya
Seminar internasional yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Jurusn (HMJ) yang bekerja sama dengan HWPL ini juga turut dihadiri Qashim Mathar guru besar UINAM dan Prof. Dr. Natsir Siola. M. A Drkan FUFP dan Ketua Jurusan perbandingan agama Dra. Andi Nirwana.

Reporter Ahmad Arnold

Admin Muhammad Is'ad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar