Selasa, 21 Juni 2016

Jalur pendaftaran UIN Alauddin Makassar hanya buka 4 prodi


Dra. Hj. Nuraeni Gani, M.M., Kepala Biro dan Kemahasiswaan saat memberikan keterangan terkait jalur pendaftaran UIN Alauddin Makassar

Komunikasi utama- Setelah adanya berita simpang siur mengenai jalur pendaftaran UIN Alauddin Makassar, yang sebelumnya diberitakan hanya membuka empat jalur yaitu SPAN-PTKAIN, UM-PTKAIN, UMM dan UMK dan kembali diberitakan bahwa membuka 6 jalur yaitu, SNMPTN, SBMPTN, SPAN-PTKAIN, UM-PTKAIN, UMM dan UMK, kini masalah brosur pendaftaran yang menjadi sorotan.
Pasalnya, brosur pendaftaran penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 khusus jalur SNMPTN dan SBMPTN, hanya tersedia empat prodi yaitu prodi Akuntansi, Ilmu hukum, Manejemen dan Tehnik Arsitektur. Hal ini berbeda dengan prodi yang dicantumkan pada brosur pendaftaran yang ada, dimana  pada brosur tersebut tersedia 25 pilihan prodi yang tercantum.
Setelah diklarifikasi, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dra H Nuraeni Gani MM, menyatakan bahwa memang untuk pertama kalinya UIN Alauddin Makassar pada jalur pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN hanya mengikutkan empat prodi tersebut.
Hal ini dikarenakan, surat keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Islam ( DIRJEN PENDIS) yang berdasar dari rekomendasi Kementrian Riset Teknologi Pendidikan Perguruan Tinggi ( KEMENRISTEK DIKTI) yang dimiliki UIN Alauddin Makassar tidak diterima oleh DIKTI dikarenakan surat rekomendasi yang minta DIKTI adalah surat rekomendasi tunggal perprodi bukan surat kolektif prodi.
Jadi, dari 21 prodi agama dan 25 prodi umum ditambah empat prodi baru yaitu, kedokteran, ilmu falaq,  hukum ekonomi syariah dan perbankan syariah, memang hanya 4 prodi yang ikut di jalur SNMPTN dan SBMPTN.
“ Ini bukan hanya UIN Alauddin Makassar yang seperti ini, UIN yang lain juga ada yang seperti ini, jadi ada 11 UIN seluruh Indonesia yang berada di PTKIN mengalami hal yamg sama”, ungkap beliau.

“Untuk brosur yang mencantumkan 25 prodi memang terdapat kesalahan, hal itu dikareanakan libret tersebut terlanjur  sudah jadi, karena libret itu memang harus jadi pada bulan Januari untuk sosialisasi ke daerah-daerah” tambah beliau. (13/05)

Reporter/fotografer          :   Nurlia dan Nur Ikhsan Amar Syahrul Adiyaksa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar