Dra. Hj. Nuraeni Gani, M.M., Kepala Biro dan
Kemahasiswaan saat memberikan keterangan terkait jalur pendaftaran UIN Alauddin
Makassar
Komunikasi utama- Setelah adanya berita simpang siur mengenai jalur pendaftaran UIN
Alauddin Makassar, yang sebelumnya diberitakan hanya membuka empat jalur yaitu
SPAN-PTKAIN, UM-PTKAIN, UMM dan UMK dan kembali diberitakan bahwa membuka 6
jalur yaitu, SNMPTN, SBMPTN, SPAN-PTKAIN, UM-PTKAIN, UMM dan UMK, kini masalah
brosur pendaftaran yang menjadi sorotan.
Pasalnya, brosur pendaftaran penerimaan mahasiswa baru tahun akademik
2016/2017 khusus jalur SNMPTN dan SBMPTN, hanya tersedia empat prodi yaitu
prodi Akuntansi, Ilmu hukum, Manejemen dan Tehnik Arsitektur. Hal ini berbeda
dengan prodi yang dicantumkan pada brosur pendaftaran yang ada, dimana pada brosur tersebut tersedia 25 pilihan
prodi yang tercantum.
Setelah diklarifikasi, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dra H
Nuraeni Gani MM, menyatakan bahwa memang untuk pertama kalinya UIN Alauddin
Makassar pada jalur pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN hanya mengikutkan empat prodi
tersebut.
Hal ini dikarenakan, surat keputusan Direktorat Jendral Pendidikan
Islam ( DIRJEN PENDIS) yang berdasar dari rekomendasi Kementrian Riset Teknologi
Pendidikan Perguruan Tinggi ( KEMENRISTEK DIKTI) yang dimiliki UIN Alauddin
Makassar tidak diterima oleh DIKTI dikarenakan surat rekomendasi yang minta
DIKTI adalah surat rekomendasi tunggal perprodi bukan surat kolektif prodi.
Jadi, dari 21 prodi agama dan 25 prodi umum ditambah empat prodi baru
yaitu, kedokteran, ilmu falaq, hukum
ekonomi syariah dan perbankan syariah, memang hanya 4 prodi yang ikut di jalur
SNMPTN dan SBMPTN.
“ Ini bukan hanya UIN Alauddin Makassar yang seperti ini, UIN yang lain
juga ada yang seperti ini, jadi ada 11 UIN seluruh Indonesia yang berada di
PTKIN mengalami hal yamg sama”, ungkap beliau.
“Untuk brosur yang mencantumkan 25 prodi memang terdapat kesalahan, hal
itu dikareanakan libret tersebut terlanjur
sudah jadi, karena libret itu memang harus jadi pada bulan Januari untuk
sosialisasi ke daerah-daerah” tambah beliau. (13/05)
Reporter/fotografer :
Nurlia dan Nur Ikhsan Amar Syahrul Adiyaksa