Sabtu, 25 Juni 2016

Jurnalistik Kembali Adakan Seminar Internasional

Komunikasai utama- Makassar Internasional Writers Festival (MIWF) mengadakan seminar kejurnalistikan dengan tema “Conflict and disaster in winter eyes” digedung auditorium Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Kamis 19/05/2016.
Seminar ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa jurnnalistik namun semua mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi turut hadir di Seminar Internasional ini. Pada seminar kali ini MIWF yang bekerja sama dengan Jurnalistik UIN mengundang Elisabeth D Inandiak (Prancis), Sanaz Fotouhl (Iran), dan Irfan Ramli (Indonesia) dan dimoderatori oleh  Eliza Savitri.
Acara ini terbilang sukses pasalnya para peserta sangat antusias dalam mengikuti seminar ini, dan respon mereka juga positif terhadap acara ini.
“Acara ini sangat bagus dan mengispirasi, pemateri yang diundang juga orang – orang yang hebat, semoga aka nada acara seperti ini kedepannya.” Ujar Lia salah satu peserta Seminar Internasional.



Reporter : Baiq Alya Insani, dan Hariani (50500114055)

Tadarrus Sastra UKM SB eSA

Komunikasi utama- Unik Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya (SB) eSA, kembali menggelar acara yakni Tadarrus Sastra, dengan tema “Annisaa’ ; Tubuh, Teks, dan Hasrat.” Pada Sabtu, 18/06/2016. Bertempat digedung PKK Jln. Toddopuli Raya Timur, acara ini di mulai pukul 22.00 WITA sampai dini hari.
Acara ini berlangsung cukup meriah, dihadiri oleh begitu banyak (Pekerja Seni Kampus) PSK dan UKM – UKM lainnya. Acara ini di buka dengan persembahan penampilan oleh cabang studio Sastra dan Cabang Studio Musik, setelah itu di lanjutkan oleh pemateri. Dan hal yang membuat menarik ialah acara Tadarrus Sastranya yang cukup menarik perhatian.
Acara lempar – lempar puisi, itulah acara intinya, dimana mulai dari pendiri, senior, pengurus, dan semua anggota UKM SB eSA berkesempatan untuk membacakan puisi mereka, bukan hanya oleh UKM SB eSA tetapi juga untuk PSK beserta UKM – UKM lainnya bisa ikut berpartisipasi.
“Luar biasa, seru sekali acara baku lempar – lempar puisinya, keren pokoknya, baku balas – balas satu sama lain, menyesalki kalau dilewatkan ki, keren.” Ujar Kia salah satu peserta yang hadir dalam acara Tadarrus Sastra.


Reporter : Hariani (50500114055) , Ira Afriani Samir

Jurusan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar, gelar pameran di UIN Alauddin Makassar


Komunikasi utama- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah( UNISMUH) Makassar, jurusan seni rupa  adakan pameran seni rupa di teras lantai dasar perpustakaan umum UIN Alauddin Makassar dengan tema “ Menghadirkan tanya di perpustakaan Universitas islam negeri Alauddin Makassar “. Pameran ini diadakan mulai tanggal 17 juni 2016.
Pameran ini, memamerkan berbagai macam karya terdiri dari seni lukis, desain grafis,kriya dan ilustrasi . kegiatan ini cukup sukses karena banyaknya pengunjung yang datang, baik sekedar melihat-lihat karya-karya yang dipamerkan ada juga yang mengabadikan karya tersebut.
Menurut Arya Arusman selaku panitia kegiatan acara ini akan diadakan selama 10 hari “ acara ini kami adakan karena ini, adalah salah satu persyaratan sebelum ujian proposal dan skripsi oleh jurusan seni rupa di kampus kami.”terangnya.
Laporan : Erwin dan Zakia
Fotografer: Adam malik saulang

Caption foto lukisan yang dipamerkan di perpustakaan Uin Alauddin Makassar

Nuzulul Qur’an Berujung Sweeping Dadakan


Poster kegiatan malam Nuzulul Qur’an yang dipasang panitia mesjid AL-Markaz Makassar

Komunikasi utama- Peringatan malam Nusulul Quran, pada malam ke tujuh belas di bulan Ramadhan  bertepatan tanggal 21 Juni 2016 Masehi, dimesjid di Al Markas  Makassar dengan tema alquran sebagai pedoman hidup, menyisahkan cerita tersendiri bagi para jamaah yang datang.
Mesjid Al-Markaz Al-Islami yang terletak di jl. Masjid Raya no. 57 Timongan Lompoa Makassar, notabenenya adalah lambang kebesaran Islam di Makassar. Mesjid ini menjadi tempat ibadah yang sentral oleh sebagian umat Islam yang ada diMakssar bahkan  bukan hanya warga Makassar yang dominan, namun sebagian ada juga pendatang  yang memilih  melaksanakan shalat tarwih di sini.
Setelah selesai shalat tarwih hal yang berbeda terlihat dari parkiran mesjid Al-Markaz ini, yaitu adanya sweeping dari aparat kepolisian dan panitia mesjid. Penjagaan yang ada terbilang  sangat ketat, karena semua jamaah yang datang beribadah  di periksa kelengkapan surat kendaraannya, bukan  hanya mobil,  motor pun di periksa.
Salah seorang polisi menjelaskan diadakannya pemeriksaan tersebut, guna menjaga keamanan karena setiap malamnya salah seorang jamaah kehilangan sepeda motornya . Dengan kejadian tersebut, panitia mesjid Al-Markas, berinisiatif melakukan pemeriksaan guna meningkatkan  keamanan yang kemudian di bantu oleh beberapa anggota kepolisian
            Meski dengan tujuan yang baik, tidak sedikit  masyarakat yang mengeluhkan diadakannya sweeping tersebut. Pasalnya menurut warga sekitar tidak ada pemberitahuan sebelumnya sehingga tidak sedikit dari mereka yang tidak membawa perlengkapan surat-surat kendaraannya, terutama bagi kendaraan sepeda motor.
“STNK saya tidak ada, karena sebelumnya saya sudah di tilang dan kebetulan surat tilang saya sedang diurus oleh salah satu teman saya, tapi polisi dan panitia tidak mau menerima alasan itu, malah meminta sejumlah uang kepada saya. Padahal saya berniat pergi beribadah, jadi saya tidak bawa uang tapi mereka tetap bersikukuh tidak melepaskan saya, terpaksa saya harus menelpon keluarga” ujar S.M salah satu pengendara motor yang terkena razia sweeping dadakan. (21/06).
Reporter          : Muh. Syaifullah Bahar

Fotografer       : Syahrul Adiyaksa 

Selasa, 21 Juni 2016

Jalur pendaftaran UIN Alauddin Makassar hanya buka 4 prodi


Dra. Hj. Nuraeni Gani, M.M., Kepala Biro dan Kemahasiswaan saat memberikan keterangan terkait jalur pendaftaran UIN Alauddin Makassar

Komunikasi utama- Setelah adanya berita simpang siur mengenai jalur pendaftaran UIN Alauddin Makassar, yang sebelumnya diberitakan hanya membuka empat jalur yaitu SPAN-PTKAIN, UM-PTKAIN, UMM dan UMK dan kembali diberitakan bahwa membuka 6 jalur yaitu, SNMPTN, SBMPTN, SPAN-PTKAIN, UM-PTKAIN, UMM dan UMK, kini masalah brosur pendaftaran yang menjadi sorotan.
Pasalnya, brosur pendaftaran penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 khusus jalur SNMPTN dan SBMPTN, hanya tersedia empat prodi yaitu prodi Akuntansi, Ilmu hukum, Manejemen dan Tehnik Arsitektur. Hal ini berbeda dengan prodi yang dicantumkan pada brosur pendaftaran yang ada, dimana  pada brosur tersebut tersedia 25 pilihan prodi yang tercantum.
Setelah diklarifikasi, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dra H Nuraeni Gani MM, menyatakan bahwa memang untuk pertama kalinya UIN Alauddin Makassar pada jalur pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN hanya mengikutkan empat prodi tersebut.
Hal ini dikarenakan, surat keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Islam ( DIRJEN PENDIS) yang berdasar dari rekomendasi Kementrian Riset Teknologi Pendidikan Perguruan Tinggi ( KEMENRISTEK DIKTI) yang dimiliki UIN Alauddin Makassar tidak diterima oleh DIKTI dikarenakan surat rekomendasi yang minta DIKTI adalah surat rekomendasi tunggal perprodi bukan surat kolektif prodi.
Jadi, dari 21 prodi agama dan 25 prodi umum ditambah empat prodi baru yaitu, kedokteran, ilmu falaq,  hukum ekonomi syariah dan perbankan syariah, memang hanya 4 prodi yang ikut di jalur SNMPTN dan SBMPTN.
“ Ini bukan hanya UIN Alauddin Makassar yang seperti ini, UIN yang lain juga ada yang seperti ini, jadi ada 11 UIN seluruh Indonesia yang berada di PTKIN mengalami hal yamg sama”, ungkap beliau.

“Untuk brosur yang mencantumkan 25 prodi memang terdapat kesalahan, hal itu dikareanakan libret tersebut terlanjur  sudah jadi, karena libret itu memang harus jadi pada bulan Januari untuk sosialisasi ke daerah-daerah” tambah beliau. (13/05)

Reporter/fotografer          :   Nurlia dan Nur Ikhsan Amar Syahrul Adiyaksa

Maraknya curanmor di UIN Alauddin Makassar Satpam terapkan sistem buka tutup gerbang kampus Komunikasi utama-


Komunikasi utama- Akhir ini Pencurian Motor (Curanmor) menjadi momok mengkhawatirkan untuk seluruh civitas akademika UIN Alauddin Makassar. Pasalnya, beberapa waktu lalu kehilangan motor telah terjadi dibeberapa fakultas. Sehingga, Satuan Pengaman (SATPAM) angkat bicara perihal curanmor. pada Jumat, 17 juni 2016 Koordinator Keamanan Syarifuddin menghimbau akan adanya pemberlakuan sistem buka tutup gerbang masuk dan keluar.
Selain itu, Syarifuddin juga menghimbau kepada seluruh Civitas Akademika UIN Alauddin harus melengkapi surat kendaraan. Minimal Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang bisa menyakinkan petugas. Satpam juga akan memberlakukan jam masuk kampus dari pukul 06.00-18.00.
Lebih lanjut Syarifuddin mengatakan, aktivitas kampus dinyatakan kosong dari jam 18.00 keatas. Tidak ada alasan Mahasiswa UKM  atau BEM se-UIN Alauddin buat kegiatan malam kecuali ada desposisi Rektorat memberi izin tembusan ke pengamanan.
“Guna mencegah atau mengurangi tindakan kriminal seperti halnya dengan Curanmor yang pernah terjadi di UIN Alauddin baru-baru ini.
Syarifuddin menjelaskan semua ini adalah akibat tuntutan masyarakat kampus ingin merasa aman termasuk tuntutan pimpinan yang selalu mengatakan satpam tidak bekerja.
“Program ini dilaksanakan demi mengantisipasi keluhan-keluhan Bapak dan Ibu serta mahasiswa terhadap Curanmor yang terjadi didalam kampus,” tutur Syarifuddin.

Reporter : Abuzar Algiffari

Pesta Komunitas Makassar 2016


Komunikasi utama-Seluruh komunitas yang ada di kota Makassar berkumpul meramaikan acara pesta komunitas Makassar (PKM) 2016 di Anjungan Pantai Losari Makassar. Pesta tersebut digelar sabtu  (21/5) oleh panitia PKM hingga Minggu pagi 22 Mei 2016. Ada sebanyak 240 komunitas yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ada berbagai jenis komunitas yang meramaikan acara tersebut seperti pecinta lingkungan, hewan, hobi, sosial, traveling, pendidikan dan lain-lain. Masing-masing tiap komunitas berlomba-lomba menunjukkan kreativitas mereka. Selain menampilkan kreativitas dari tiap komunitas, PKM juga menyuguhkan hiburan bagi pengunjung yang datang seperti games dan musik.
Salah satu komunitas  yang bergerak dibidang sosial  pemberdayaan masyarakat yaitu komunitas Aksi Indonesia Muda ( AIM ) ikut meramaikan kegiatan ini. Salah satu alasan terbesar mereka mengikuti kegiatan ini adalah ingin menunjukkan kreativitas sekaligus mensosialisasikan komunitas mereka.
“ kami mengikuti kegiatan ini bertujuan untuk memamerkan kreativitas dari komunitas kami, sekaligus mensosialisasikan bahwa  AIM itu ada. Dan juga bisa ikut berkonstribusi di acara PKM ini ” kata Adrian, ketua dari komunitas Aksi Indonesia Muda.

Laporan : ilma Amaliah, Reski Djunaid, dan Erwin.
Caption foto spanduk AIM saat mengikuti Pesta Komunitas Makassar Sabtu (21/5/2016)K