AJI “ beda itu hak “
Komunikasi Utama-aliansi
jurnalis indonesia ( AJI)Makassar melakukankn aksi dengan turun ke jalan
untuk memperingati hari kebebasan pers sedunia yang jatuh pada
tanggal (13/05) dengan tema “beda itu hak” yang dilaksanakan di flayover Makassar
yang dimulai pada pulul 11.00 wita.
Aksi ini di ikuti oleh
persatuan wartawan Indonesia (PWI), ikatan jurnalis Sulawesi selatan dan
puluhan wartawan makassar serta beberapa mahasiswa yang ikut dalam aksi
tersebut. Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan hak-hak sebagai jurnalis ,
menuntut karna adanya perbedaan dan meminta untuk dihapuskan perbedaan
tersebut
“berbeda itu boleh tetapi jangan menggunakan kekerasan”. Menurut ketua aji makssar, Gunawan masdar. Selain itu beliau menambahkan bahwa tema yang diangkat dalam aksi ini sesuai dengan apa yang ada saat ini, dimakassar banyak sekali kejadian yangt idak menghargai perbedaan seperti pembuaran saat sedang diskusi, memenjarakan jurnalis yang membuast status di media social oleh pihak yang intorelan atau pihak yang berwajib.
“berbeda itu boleh tetapi jangan menggunakan kekerasan”. Menurut ketua aji makssar, Gunawan masdar. Selain itu beliau menambahkan bahwa tema yang diangkat dalam aksi ini sesuai dengan apa yang ada saat ini, dimakassar banyak sekali kejadian yangt idak menghargai perbedaan seperti pembuaran saat sedang diskusi, memenjarakan jurnalis yang membuast status di media social oleh pihak yang intorelan atau pihak yang berwajib.
Serta untuk
memperjuangkan kebebasan jurnalis untuk mendapatkan dan menyebarluaskan
informasi’. Ungkapnya
Salah satu mahasiswa
yang ikut bergabung dalam aksi tersebut Erwin mengatakan bahwa” saya tergerak
untuk ikut dalam aksi ini karna saya merasa prihatin dengan nasib wartawan
sekarang ini yang semakin sempit ruang geraknya untuk mendapatkan kan informasi
serta terbatasnya untuk menyebarkan informasi
Aksi tersebut
diperuntukan untuk para aparat dan pemerintah agar mereka semakin “peka”
terhadap nasib wartawan sekarang ini dimana semakin banyaknya kekerasan yang
diterima oleh para jurnalis.
#reporter helmianti dan
hasriyanti yusran
terdapat beberapa kesalahan teknis dalam penulisan beritanya
BalasHapusterdapat beberapa kesalahan teknis dalam penulisan beritanya
BalasHapus