Suasana USM (Ujian Saringan Masuk) STAN
Komunikasi Utama-Ujian masuk
perguruan tinggi merupakan salah satu hal yang dinantikan saat tahun ajaran
baru. Khususnya untuk mereka murid-murid SMA sederajat yang baru saja menempuh
Ujian Nasional (UN) dan dinyatakan lulus. Berbagai perguruan tinggi negeri
(PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) membuka pendaftaran untuk calon
mahasiswa baru dengan beragam penawaran tentang keunggulan perguruan tinggi
masing-masing. Hal itu juga
terlihat dilakukan oleh Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) yang
melangsungkan seleksi melalui Ujian Saringan Masuk (USM) Minggu (15/5/2016)
“Ada sekitar
5.000 peserta ujian dari kota Makassar yang mengikuti USM. USM tersebut awalnya
akan dilangsungkan di Gor Sudiang. Namun akhirnya batal dan kemudian berpindah
lokasi ke Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) serta Universitas Islam
Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang juga menjadi lokasi USM tahun lalu,”
ungkap Nurul mahasiswa STAN selaku panitia pelaksana seleksi tersebut. Diakui oleh
Nurul, “ujian saringan masuk (USM) merupakan ujian tahap pertama dari beberapa
seleksi untuk tembus STAN. Adapun jika calon mahasiswa baru (MABA) dinyatakan
lulus dari tes tahap awal ini, maka akan ada tes lanjutan untuk tahap kedua dan
ketiga.”
Ia juga
menambahkan “Ujian pertama berupa tes tulis, selanjutnya akan ada tes kebugaran
dan kesehatan. jika calon MABA dinyatakan lulus dari kedua tes tersebut, maka
mereka akan mengikuti tes kemampuan dasar (TKD) yang merupakan rangkaian
terakhir dari seleksi masuk STAN.”
Seleksi tersebut berlangsung selama satu hari. Tes potensi akademik (TPA) dan tes bahasa Inggris (TBI) menjadi ujian pertama dalam tes tertulis yang merupakan seleksi awal untuk calon MABA STAN. Dengan jumlah soal TPA sebanyak 120 soal dan 60 soal untuk TBI. USM tersebut dimulai pkl. 09.30 - 12.00 WITA. Beberapa fakultas di UINAM menjadi lokasi berlangsungnya USM diantaranya Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Diketahui, usia minimal pendaftar berkisar 17 tahun dan maksimal 20 tahun dengan ketentuan tidak lebih dari tiga kali gagal mengikuti seleksi. Jika lebih dari itu, maka calon MABA tidak dapat mendaftarkan dirinya kembali untuk mengikuti USM selanjutnya. Terang salah seorang peserta saat kami temui di Lobby FDK Minggu (15/5/2016) yang kemudian dibenarkan oleh panitia pelaksana seleksi.
Seleksi tersebut berlangsung selama satu hari. Tes potensi akademik (TPA) dan tes bahasa Inggris (TBI) menjadi ujian pertama dalam tes tertulis yang merupakan seleksi awal untuk calon MABA STAN. Dengan jumlah soal TPA sebanyak 120 soal dan 60 soal untuk TBI. USM tersebut dimulai pkl. 09.30 - 12.00 WITA. Beberapa fakultas di UINAM menjadi lokasi berlangsungnya USM diantaranya Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Diketahui, usia minimal pendaftar berkisar 17 tahun dan maksimal 20 tahun dengan ketentuan tidak lebih dari tiga kali gagal mengikuti seleksi. Jika lebih dari itu, maka calon MABA tidak dapat mendaftarkan dirinya kembali untuk mengikuti USM selanjutnya. Terang salah seorang peserta saat kami temui di Lobby FDK Minggu (15/5/2016) yang kemudian dibenarkan oleh panitia pelaksana seleksi.
Sedikit
kekhawatiran dialami oleh beberapa peserta USM “Saya belum melewati nilai mati
karena dalam 120 soal minimal ada empat puluh nomor yang benar, dan saya belum
mencapai itu,” jelas Husnul salah
seorang peserta USM Minggu (15/5/2016). Namun ia optimis dan berharap dapat
mengikuti seleksi selanjutnya. Husnul juga menambahkan, pengumuman akan keluar
25/5 mendatang.
Reporter : Waridah Ashari, Muh.Imam Mudafiul haq
Editor :
Widyastuti
Redaktur : Anna
Sherly Kamriani

Tidak ada komentar:
Posting Komentar